Select Page
Kawan Wanita pasti sering mendengar istilah endometriosis. Ya, endometriosis memang cukup “hits” sebagai salah satu penyebab nyeri haid hingga sulitnya mendapat keturunan. Diperkirakan 1 dari 10 wanita dengan rentang usia 15-49 tahun menderita gangguan reproduksi yang satu ini. Pada kasus endometriosis berat, gangguan bisa meluas ke wilayah lainnya  seperti indung telur, dinding rahim, dinding usus besar, hingga dinding vagina. Dan, kabar buruk terbarunya adalah, endometriosis dapat meningkatkan risiko penyakit jantung pada kaum wanita yang menderita gangguan tersebut.
Hal itu terungkap dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh Epidemiologic Research in Reproductive Medicine at Brigham and Women’s Hospital, Boston, terhadap 116.000 orang wanita sejak tahun 1989 hingga 2009, termasuk 5200 orang wanita penderita endometriosis. Hasilnya, dibanding mereka yang tidak menderita endometriosis, penderita endometriosis  lebih berisiko mengalami serangan jantung, angina (nyeri dada yang merupakan salah satu gejala penyakit jantung koroner), dan berisiko harus menjalani bedah bypass jantung.
Lalu, kenapa ya endometriosis bisa meningkatkan risiko penyakit jantung? Begini penjelasannya. Ketika kadar kolesterol tinggi disertai inflamasi (peradangan) sistemik yang kronis menjadi pemicu penyakit jantung, kedua faktor tersebut akan semakin besar pengaruhnya ketika Kawan Wanita juga menderita penyakit endometriosis. Sehingga, faktor risiko penyakit jantung pun dipastikan semakin tinggi. Stacey A. Missmer, peneliti senior dalam studi tersebut menyarankan agar para penderita endometriosis lebih menerapkan pola hidup sehat dengan mengatur pola makan yang baik serta berolahraga, dan rutin memeriksakan jantung untuk memastikan semuanya baik-baik saja.

endometriosis tingkatkan risiko penyakit jantung

FYI, penyakit endometriosis ini sendiri sering kali terlambat terdiagnosa karena nyeri haid dan panggul yang menjadi gejala khasnya karena kerap dianggap sebagai hal yang biasa dialami saat haid. Tapi, kabar gembiranya adalah, endometriosis bisa tetap ditangani dengan bantuan terapi hormon serta tindakan operasi jika memang dibutuhkan. Yang penting, jangan anggap remeh nyeri haid (apalagi yang nyerinya luar biasa dan membuat aktivitas terganggu) serta haid super banyak yang Kawan Wanita alami. Lebih baik periksakan ke dokter untuk memastikan penyebabnya ya agar bisa segera tertangani!