Select Page

NO EATING

Saya termasuk yang “serius banget” kalau sudah bicara makan berat. Ngemil boleh jarang, tapi kalau sudah urusan makan siang atau malam, ya benar-benar menu lengkap dengan nasi lumayan banyak. Jadi, nggak bisa tuh saya seperti Tiara, teman kantor saya yang bisa santai saja makan siang pakai buah potong yang dibeli di Bang Ucup, tukang rujak dekat kantor. Buat saya, makan siang ya harus selayaknya menu makan siang alias pakai nasi lengkap dengan lauk-pauknya. Bisa nanar kunang-kunang saya kalau harus makan siang cuma dengan buah potong dan segelas air putih! 😀

Mungkin itu juga sebabnya kenapa “ikrar” untuk turunkan berat badan dengan makan siang sedikit saja dan tidak makan malam sering kali terlupakan. Siang makan nasi padang di kantor, malam makan nasi dan semur ayam bikinan bibi di rumah. Walhasil, boro-boro turun 2 kg, justru malah bertambah berat badan saya. Makan dengan menu paripurna seperti itu padahal tidak ada pengaruhnya dengan berat badan ketika usia saya belasan dulu. Tubuh tetap langsing walau makan “sebakul”. Sekarang, minum air putih pun rasanya bisa jadi lemak! Hahaha!

Pasti banyak yang seperti saya juga. Waktu usia belasan makan banyak tapi bodinya tetap cihuy, dan sekarang ketika usia sudah dua kali lipatnya “masa kejayaan” itu usai sudah. Tak usah heran-heran amat. Karena memang begitulah tubuh kita ketika sudah tak lagi umur belasan. Metabolisme cenderung melambat, sehingga kalori yang masuk pun butuh waktu lebih lama untuk proses pembakarannya. Semakin banyak kalori yang masuk, makin butuh waktu pula untuk dibakar. Itu sebabnya olahraga pun semakin dibutuhkan untuk memangkas kalori yang masuk.

Lalu, bagaimana dong dengan kita yang masih susah lepas dari menu nasi dan lauk pauknya saat makan siang dan malam? Satu-satunya cara ya kurangi kalori yang masuk dari menu tersebut. Usahakan perut sedang dalam kondisi kenyang ketika kita makan siang dan malam dengan menu nasi dan lauk pauk kita itu. Dengan kondisi perut seperti itu, kita pun akan enggan makan lebih banyak.

yogurtalmond
Dan, kabar gembiranya adalah ada cara enak untuk “memancing” rasa kenyang itu. Dari sebuah artikel yang saya baca baru-baru ini, sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan di Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics, Amerika Serikat, makan camilan berprotein tinggi bisa jadi solusinya. Menurut penelitian tersebut, menyantap camilan seperti itu satu jam sebelum makan bisa menimbulkan rasa kenyang ketika akan makan. Sehingga, kalori yang masuk pun bisa terpangkas saat kita makan siang atau malam.

Jadi, begini penjelasannya: protein membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna, dibanding lemak dan karbohidrat. Proses yang dibutuhkan tubuh untuk mencerna protein juga butuh energi lebih banyak. Itu sebabnya ketika kita makan camilan protein tinggi sejam sebelum makan berat, perut masih terasa kenyang saat akan makan. Beberapa camilan yang bisa dicoba di antaranya adalah satu genggam kecil almond, satu butir telur rebus, atau yogurt plain yang bisa disantap bersama stroberi dan kiwi.

Nah, boleh juga kan idenya? Tertarik untuk mencoba?