Select Page

Kanker ovarium. Urutan ke-7 penyakit kanker yang paling sering menyerang kaum wanita. Demikian informasi yang saya baca dari sebuah situs kesehatan baru-baru ini. Tak seperti penyakit kanker mulut rahim yang dapat terdeteksi sejak dini melalui pemeriksaan pap smear dan serangkaian pemeriksaan lainnya, Kawan Wanita tidak akan bisa mendeteksi penyakit kanker ovarium melalui pemeriksaan tersebut. Dan, susahnya lagi, kanker ovarium nyaris tidak memiliki gejala spesifik saat masih stadium awal sehingga jarang terdeteksi. Gejala yang lebih spesifik barulah jelas terlihat ketika si kanker sudah memasuki stadium lanjut dan sudah lebih sulit penanganannya.

Tapi, munculnya gejala-gejala berikut dalam frekuensi yang cukup sering patut Kawan Wanita curigai dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut:

Sering Kembung

Memang sih perut sering terasa kembung ketika kita sedang PMS atau makan terlalu banyak. Tapi, wanita yang menderita penyakit kanker ovarium mengalami kembung setiap hari, bisa ringan ataupun parah. Periksakan diri ke dokter jika mengalami kembung selama dua minggu yang tidak juga reda.

Nyeri Panggul

Gejala yang satu ini juga pasti familiar Kawan Wanita alami ketika PMS atau ovulasi. Tapi, jika nyeri panggul juga terjadi di luar waktu-waktu tersebut, perlu diwaspadai lho! Karena itu bisa jadi gejala awal kanker ovarium.

Cepat Kenyang

Wanita yang menderita kanker ovarium biasanya akan lebih cepat kenyang saat makan meski porsi makanannya biasa saja.

Kencing Lebih Sering dan/atau Sering Merasa Ingin Kencing

tips dunia wanita

Hati-hati jika Kawan Wanita lebih sering kencing meski minum dalam jumlah tidak terlalu banyak. Demikian pula jika sering sekali merasa ingin kencing atau yang istilah awamnya disebut anyang-anyangan. Segera periksakan ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya mengingat ini pun salah satu gejala awal dari penyakit kanker ovarium.

Periksakan segera ke dokter jika gejala-gejala tersebut terjadi setiap hari selama dua minggu. Meski penyakit kanker ovarium lebih banyak menyerang kaum wanita yang sudah memasuki usia menopause, tidak ada salahnya tetap memastikan penyebabnya. Apalagi jika Kawan Wanita berisiko tinggi terserang, misalnya jika ada orangtua atau tante atau saudara perempuan yang menderita kanker.