Select Page

breasts

 

Pernah nggak memperhatikan payudara sendiri? Mungkin kebanyakan wanita termasuk saya, tidak terlalu memperhatikannya kecuali bila ada nyeri yang tidak biasa. Padahal ternyata kondisi “this dynamic duo” itu memberikan informasi mengenai kondisi kesehatan kita. Ini dia nih beberapa di antaranya yang perlu mulai jeli kita perhatikan mulai sekarang:

Ukuran payudara membesar

Wah! Asyik dong kalau ukuran bertambah tanpa pakai operasi plastik segala! :D. Eits! Jangan langsung senang dulu! Payudara yang membesar itu sebenarnya caranya memberitahu kita kalau berat badan kita bertambah. Kehamilan, penggunaan pil KB, dan/atau perubahan hormonal terkait dengan siklus haid juga menjadi salah satu penyebab ukuran payudara bertambah. Tak perlu cemas atas perubahan ini. Satu-satunya yang perlu dilakukan adalah membeli bra baru yang sesuai ukurannya.

Ukuran payudara yang besar

Haha! Idaman para pemilik payudara ukuran kecil dan sedang seperti saya nih! Asal jangan tidak terlalu besar seperti teman saja. Tubuhnya yang mungil namun berpayudara ekstra besar membuatnya sering mengeluh nyeri punggung. Ada juga beberapa studi yang mengatakan bahwa pemilik payudara besar berisiko lebih tinggi terserang kanker payudara. Tapi, bagi Anda yang memiliki payudara besar bisa bernapas lega karena ternyata belum cukup bukti bahwa payudara yang besar meningkatkan risiko kanker payudara, demikian menurut seorang ahli bedah plastik, Daniel Maman, dari Mount Sinai Hospital, Manhattan, Amerika Serikat. Yang paling penting bagi para pemilik payudara besar adalah pastikan bra yang digunakan adalah yang dapat menyangga payudara dengan baik.

 

Bentuk payudara yang berubah

Pernah iseng-iseng membandingkan kondisi payudara saat usia belasan dengan kondisi payudara sesudah melahirkan si kecil? Pasti beda jauh lah ya! Hehehe. Ini wajar terjadi karena bentuk dan tampilan payudara memang berkaitan erat dengan usia dan pengalaman melahirkan serta menyusui. Sesudah menyusui dan seiring bertambahnya usia, ligamen meregang, dan kulit kehilangan elastisitasnya. Ini menyebabkan payudara bentuknya berubah menjadi bentuk tetesan air mata alias lebih kendur. Hiks… Saran dari Prof Maman, gunakan bra yang menyangga payudara dengan baik dan hindari yo-yo diet, karena fluktuasi perubahan berat badan dapat merenggangkan kulit sehingga payudara mengendur. Lakukan pula olahraga push-up dan olahraga bagian dada lainnya untuk mengencangkan otot-ototo dada sehingga payudara menjadi terlihat lebih kencang.

Benjolan pada payudara

Yang ini jelas bikin khawatir. Tapi ternyata tak semua benjolan perlu dicemaskan. Karena benjolan tersebut tidak melulu berkaitan dengan kanker. Sepanjang siklus haid, payudara akan terasa ada benjolan. Itu karena pengaruh perubahan hormon yang menyebabkan kista tak berbahaya berisi cairan muncul. Saat kita haid, peubahan jaringan juga terjadi pada payudara. Ini biasanya muncul dalam bentuk benjolan di area pinggir payudara di bawah ketiak, dan atau bagian depan, yang kadang terasa nyeri, terutama saat menjelang haid. Ini untungnya tidak perlu dicemaskan, terutama jika benjolannya simetris. Tapi, segera konsultasikan ke dokter jika Anda merasa benjolan tersebut perlu dicemaskan.

 

(bersambung)